Yang terkasih anggota perpustakaan kelapa cengkir, Bulan ini kita akan mengadakan program "Baca Buku Bareng." Program ini bertujuan berbagi isi buku dari berbagai sudut pandang. Judul buku yang kita pilih pada bulan ini adalah "Di Balik Parodi Kehidupan" yang ditulis oleh Pdt Ayub Yahya. Masa waktu baca barengnya mulai hari ini hingga nanti tanggal 14 Agustus 2011.
Bagaimana mekanismenya?
Dapatkan buku ini di toko buku atau di Sekretariat gereja
Mulai baca dari awal hingga sampai selesai
Silakan beri tanggapan atas isi buku di group facebook Perpustakaan Cengkir. Tanggapan dapat berupa kesan atas isi buku keseluruhan, atas satu bab, kutipan-kutipan, dan cover buku.
Tanggapan diharuskan menjaga nilai etika, tidak bersifat menyerang.
Ayo silakan mulai dibaca, dan selamat berbagi :)
Labels: Baca Buku Bareng
Dalam film kartun Sponge Bob, setiap tokoh kartunnya memiliki beberapa karakter yang berbeda, dan di tiap karakter itu terdapat beberapa sifat yang dianggap sebagai 7 dosa besar, ini adalah beberapa karakter dari semua tokoh kartun Sponge Bob tersebut.
1. Sloth/Kemalasan (Patrick)
Kemalasan adalah suatu hal yang dianggap dosa, termasuk kemalasan dalam bertindak. Jelas ini adalah sifat Patrick. Dia tinggal di bawah batu sepanjang waktu dan tidak pernah melakukan apa-apa. Bahkan dalam episode "Big Pink Loser", dia mendapatkan penghargaan untuk tidak melakukan apa-apa paling lama.
2. Wrath/Amarah (Squidward)
Amarah melibatkan perasaan kebencian dan kemarahan. Squidward membenci hidupnya dan juga membenci Sponge Bob, dan sebagian besar waktunya dihabiskan untuk marah-marah.
3. Greed/Keserakahan (Mr. Krabs)Jelas Mr. Krabs adalah tokoh yang sangat serakah terhadap uang. Bagaimana mungkin tidak? dia benar-benar berfikir bahwa uang adalah segalanya,
4. Envy/Iri hati (Plankton)Plankton iri kepada Mr. Krabs karena The Krusty Krab sangat sukses, sedangkan The Chum Bucket adalah sebuah kegagalan. Iri membuatnya ingin mencoba untuk mencuri formula rahasia Krabby Patty.
5. Gluttony/Kerakusan (Gary)Saya benar-benar berpikir bahwa yang satu ini cukup lucu. Apakah Anda pernah memperhatikan Sponge Bob dimana dia selalu mengatakan, "jangan lupa untuk memberi makan, Gary" atau mengatakan, "Saya harus pergi makan Gary". Gary bahkan lari saat Sponge Bob lupa untuk memberinya makan. kerakusan biasanya mengacu pada berlebihan dalam hal makan.
6. Pride/Kebanggan (Sandy) Sandy bangga terhadap siapa dirinya dan darimana dia berasal. Dia bangga pada kenyataan bahwa dia dari Texas dan senang kalau semua orang tahu tentang itu. Dia juga bangga pada kenyataan bahwa dia adalah mamalia dan makhluk darat, seperti dalam episode "Pressure", dimana dia mencoba untuk membuktikan bahwa makhluk darat lebih baik daripada makhluk laut.
7. Lust/Nafsu (Sponge Bob)Kelihatannya aneh dan penasaran pada awalnya. Nafsu dalam suatu definisi adalah, "kasih sayang berlebihan terhadap orang lain". Ini jelas dialamatkan pada Sponge Bob. Dia menunjukkan cintanya kepada orang lain dengan semangat untuk berbuat baik dan membantu orang dan nafsu terhadap perkerjaannya, Itulah beberapa definisi tentang beberapa sifat-sifat dari beberapa tokoh dari Sponge Bob yang mungkin saja termasuk dalam beberapa dosa besar, tapi di balik semua itu, kartun tersebut tetap lucu dan sebagai hiburan yang menarik untuk semua.
Penulis: Andar Ismail
Editor: Rika Uli Napitupulu-Simorangkir
Korektor Naskah: Raka Sukma Kurnia
Desain Sampul: Maxdalena W.
Tebal: vii+138 halaman
Penerbit: BPK Gunung Mulia, Februari 2011
ISBN: 9789796878451
Andar Ismail mengajak merenung tentang Alkitab. Pertanyaan seperti: Bagaimana awal mula tersusunnya kitab-kitab menjadi 66 buku? Apakah Bangsa Israel di Alkitab adalah negara Israel sekarang? Mengapa ada 4 Injil yang menceritakan tentang Yesus Kristus? Mengapa orang Kristen seharusnya minta maaf kepada orang Yahudi? Dijawab dengan cerdas oleh Andar Ismail dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti.
Buku ini memaparkan dengan ringkas sejarah penulisan Alkitab, ungkapan-ungkapan dalam Alkitab. Andar Ismail menekankan pentingnya punya kebiasaan membaca. Ia mencontohkan RA Kartini dan Gusdur sebagai tokoh yang punya kegemaran membaca dan kebiasaan itu berdampak memerangi kebodohan dan berpikir sempit. Demikian juga bagi kita yang menamakan pengikut Kristus, seyogyanya mengetahui isi Alkitab supaya menaati dan mempercayai inti isi Alkitab.
Tidak ada istilah tamat dalam belajar. Termasuk belajar tentang Alkitab. Berapa banyak seseorang telah membaca ulang Alkitab juga tidak menjadi ukuran. Penulis sekelas Andar juga mengakuinya dengan mengatakan pada bagian akhir buku ini: Perjalanan mengetahui isi Alkitab tidak berakhir. Perjalanan itu masih panjang. Perjalanan mempelajari dan mengetahui isi Alkitab adalah perjalanan selama hayat dikandung badan.
@helvry
Perpustakaan GKI Kelapa Cengkir
http://perpuscengkir.blogspot.com
Labels: Review
Bagi kebanyakan orang, belajar membaca cepat itu mudah. Kecepatan baca Anda hanyalah masalah kebiasaan. Untuk memulainya Anda harus mencoba mengubah beberapa kebiasaan dan mempraktikkan tip-tip berikut ini.
1. Saat membaca, berilah perhatian pada apa yang Anda baca, dan bacalah seolah-olah bacaan Anda itu suatu fakta.
Kebanyakan orang membaca dengan cara yang sama seperti mereka menonton televisi -- sambil lalu dan pasif. Membaca memerlukan usaha dan Anda harus berusaha. Seorang guru bijaksana, pernah memberi tahu saya bahwa Anda bisa belajar apa saja, jika Anda melakukan ketiga hal ini: memerhatikan, memerhatikan, dan memerhatikan.
Ada beberapa metode sederhana, yang dapat Anda gunakan untuk lebih memerhatikan dan mendapatkan banyak keuntungan dari waktu yang Anda gunakan untuk membaca. Beda penulis, beda juga istilahnya; namun banyak peneliti mengatakan bahwa, Anda dapat meningkatkan pemahaman dengan "membaca satu bagian buku secara sepintas" sebelum Anda duduk dan membaca kata per kata.
Untuk membaca sepintas lakukan hal-hal di bawah ini.
a. Ambillah waktu 30 sampai 60 detik.
b. Lihatlah seluruh judul bab.
c. Lihatlah semua judul, subjudul dan bagian-bagian yang ditandai, huruf bercetak miring dan tebal.
d. Lihatlah semua gambar, ilustrasi, grafik, atau diagram.
e. Bacalah seluruh bagian secara sepintas, bacalah paragraf pertama dan terakhir, dan kalimat pertama paragraf-paragraf yang lain secara sekilas.
f. Tutup buku dan tanyakan pada diri Anda sendiri: "Apakah ide pokok bab ini?", "Tulisan jenis apakah ini?", dan "Apa tujuan penulis?"
Mungkin Anda berpikir bahwa Anda tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan sedikit pemaparan dalam materi, tetapi jika Anda membaca sepintas dengan tepat, Anda pasti bisa mendapatkan ide-ide umum yang sangat bagus. Jika Anda memiliki ide umum tentang suatu bagian sebelum Anda membacanya, Anda akan memahami dan mengingat bagian tersebut jauh lebih baik.
Jika akhirnya Anda sadar bahwa Anda cukup lambat membaca suatu bagian, bacalah dengan cara "bertanya", seolah Anda sedang mencari sesuatu. Cara lain yang berguna adalah mengambil topik atau judul bab, dan mengubahnya menjadi sebuah pertanyaan. Sebagai contoh, jika topiknya berjudul "Sebab-Sebab Perang Saudara di Amerika", gunakan judul ini dan ubahlah menjadi sebuah pertanyaan seperti: "Apa Saja Penyebab Perang Saudara di Amerika?" Sekarang Anda memiliki tujuan -- sesuatu untuk dicari, sesuatu untuk diketahui. Pada saat Anda berorientasi pada tujuan, kemungkinan besar Anda akan mencapai tujuan itu. Setidaknya, Anda akan mengingat satu hal tentang isi bacaan yang baru saja Anda baca.
2. Berhentilah berbicara dengan diri sendiri saat Anda membaca.
Manusia berbicara dengan dirinya sendiri dalam 2 cara:
a. Vokalisasi yaitu gerakan bibir saat Anda membaca.
b. Subvokalisasi yaitu berbicara dengan diri Anda sendiri di dalam angan-angan, saat Anda membaca dalam hati.
Kedua cara ini akan memperlambat Anda dalam membaca. Suatu ketika Anda akan menyadari bahwa, Anda tidak dapat membaca secepat Anda berbicara. Berbicara merupakan suatu kegiatan yang relatif lambat; secara umum, kecepatan rata-rata berbicara adalah sekitar 250 kata per menit.
Membaca adalah kegiatan yang melibatkan mata dan otak. Vokalisasi mengaitkan proses membaca dengan berbicara. Saat membaca, cobalah membayangkan seolah Anda melihat panorama ide, bukan bebatuan di kaki Anda.
3. Bacalah dengan pemahaman "berkelompok".
Beberapa studi menunjukkan bahwa ketika kita membaca, mata kita pasti berhenti sejenak di sepanjang baris. Pembaca yang tidak efektif, melakukan lebih banyak fiksasi [perasaan terikat atau terpusat pada sesuatu secara berlebihan, Red.] daripada pembaca yang baik. Hal ini tidak hanya memperlambat Anda, tetapi juga menghalangi pemahaman. Makna lebih mudah diambil dari kelompok kata daripada kata per kata atau huruf per huruf. Cobalah membaca satu frasa dengan tiga atau empat kata, terutama dalam kalimat majemuk dan frasa preposisional. Pikiran Anda dapat memprosesnya di otak, seolah seluruh frasa itu seperti satu kata yang sangat kaya makna.
4. Jangan membaca frasa yang sama berulang-ulang.
Pembaca yang tidak efektif terbiasa membaca frasa yang sama berulang-ulang. Kebiasaan ini membuat waktu baca mengalami "kemunduran" dua atau tiga kali lebih lama, dan sering kali tidak menghasilkan pemahaman yang lebih baik. Membaca satu kali dengan cermat dan penuh perhatian, mungkin tidak cukup untuk memperoleh pemahaman yang lengkap, tetapi sering kali lebih efektif. Dalam membaca, kita lebih baik memerhatikan bacaan dulu. Bacalah sepintas -- sebelum membaca cermat, lalu cobalah tip-tip di atas. Anda akan mengingat lebih baik tanpa harus membaca ulang.
5. Variasikan kecepatan Anda dalam membaca, sesuai dengan tingkat kesulitan dan jenis bacaan.
Pembaca yang tidak efektif selalu membaca dengan kecepatan baca yang lambat. Pembaca yang efisien mempercepat kecepatannya dalam membaca bacaan yang mudah, dan memperlambat kecepatan untuk bacaan yang sulit. Tidak semua karya tulis dimaksudkan untuk dibaca dengan cepat. Puisi dan drama dimaksudkan untuk dipentaskan, andaikan tidak dipentaskan pun, paling tidak diucapkan dengan keras. Hal ini tentu saja bertentangan dengan metode membaca yang melarang vokalisasi. Tulisan agamawi dan Kitab Suci, asal mulanya ditulis untuk dibacakan dan didengarkan oleh para pendengar, yang tampaknya pintar tetapi buta aksara. "Keindahan" puisi, drama, atau doa tidak bisa dirasakan jika Anda "membacanya dengan cepat". (t/Setya)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: Glendale Community College
Alamat URL: http://english.glendale.cc.ca.us/speed1.html
Judul asli artikel: Reading Better and Faster
Penulis: Dennis Doyle
Tanggal akses: 10 Februari 2011
Sumber: e-buku
Kontak: < buku(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Ami Grace Y., dan Yonathan Sigit P.
(c) 2011 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Labels: Tips
Judul : The Christmas Bus
Pengarang : Melody Carlson
Genre : Fiksi
Penerbit : Gloria Graffa
Mencari bacaan yang enak dibaca saat hujan sambil bergelung di balik selimut? Novel “The Christmas Bus” sangat cocok untuk bacaan libur Anda tahun ini. Alkisah, ada sebuah kota kecil bernama Christmas Valley yang selalu merayakan natal secara jor-joran dan kerap memanfaatkan suasana liburan natal untuk bisnis turisme.
Tetapi tahun ini rupanya kota itu kena batunya. Banyak hal tidak berjalan sesuai rencana. Meski natal kali ini Christmas Valley tidak mendapatkan suasana yang mereka inginkan, tetapi sebenarnya mereka sedang mendapatkan hal-hal yang mereka butuhkan. Pengarang novel ini, Melody Carlson, sudah menulis lebih dari 150 buku. Ia pernah menerima penghargaan prestisius ECPA Gold Medallion dan Rita Award.
Suatu hari ada seorang ibu yang akan pergi ke rumah saudaranya. Untuk sampai sana Si Ibu harus naik angkot. Si Ibu duduk di samping supir angkot tersebut. Ternyata supir itu menjalankan angkotnya dengan sembarangan, ugal-ugalan, ngebut seperti balapan liar. Seluruh penumpang ketakutan termasuk Si Ibu.
Ibu itu berteriak : “Bang !!!! Nyupirnya pelan-pelan donk !! saya takut !!!”
Si supir pun balas berteriak : “Bu, kalo Ibu takut, Ibu merem aja kayak saya !!” ^_^
Ternyata ketika di perempatan jalan, ada motor yang melaju dengan kecepatan tinggi, tak ayal angkot dan motor tersebut bertabrakan. Polisi yang dekat dengan TKP segera membantu mengevakuasi korban. Seluruh penumpang angkot menderita luka cukup serius. Termasuk Si Ibu, polisi membawa Si Ibu ke Rumah Sakit terdekat. Setelah diperiksa, tidak diketemukan tanda pengenal dari Si Ibu. Dan Si Ibu pun tidak sadarkan diri selama 3 hari.
3 hari kemudian, Si Ibu tersadar. Dokter pun segera menghampiri Si Ibu.
Dokter : “Bagaimana perasaan anda, Bu ?”
Ibu : “Emmm…..agak pusing, kunang-kunang terus muter-muter gitu dah,Dok.
Emang dari kapan saya di sini,Dok ?”
Dokter : “Anda sudah 3 hari tidak sadarkan diri. Kalau boleh saya tau,siapa nama Ibu dan
dimana Ibu tinggal ?”
Ibu : “Emang buat apa Dok ?”
Dokter : “Supaya kami bisa memberi tau keluarga Ibu”
Ibu : “Oh..Ga usah repot-repot Dokter, keluarga saya udah tau kok siapa nama saya
dan alamat saya” ^_^
Dokter : “Emm…maksud saya untuk memberitau keluarga Ibu bahwa Ibu dirawat di RS ini.
Dan juga untuk membayar Biaya Pengobatannya, Bu”
Ibu : “Emang biayanya berapa, Dok ?”
Dokter memanggil suster untuk membawakan rincian pembayaran pengobatan Si Ibu.
Suster : “Ini Bu, rincian pembayaran pengobatan Ibu”
“Biaya menginap 3 hari 12juta, infus 5juta, obat dan suntikan 3juta jadi total 20juta”
Si Ibu yang mendengar nominal yang disebutkan sangat terkejut. Tiba-tiba Si Ibu berdiri dan melepaskan selang infusnya. Dokter dan Suster yang melihatnya pun panik melihat kelakuan Si Ibu.
Dokter : “Ibu, apa yang Ibu lakukan ? Kondisi Ibu masih belum sehat, istirahat saja dulu”
Ibu : “Oh ga usah Dokter ! Saya mau pulang dulu, cari keluarga saya terus kasih tau kalo
saya dirawat di RS ini. Nanti saya balik lagi deh Dokter !” ^_^
Kemudian Si Ibu lari meninggalkan Dokter dan Suster yang terbengong–bengong.



